Ketika yang Muda Menulis yang Tua

Catatan kecil atas launching Yang Bertamu Adalah Ilham karya Tengsoe Tjahjono

*Felix Nesi

Saya baru tiba – ditemani gerimis yang lebih mirip hujan kecil-kecil,dari Artrock Café, sebuah kafe di Jl. Keramik, Dinoyo milik Pak DeArif, seorang pencinta dan pelaku seni yang kerap dijadikan tempatkongkow para pekerja seni. Baru saja tadi diadakan acara launchingbuku puisi Yang Bertamu adalah Ilham, karya TengsoeTjahjono, dengan peserta obrolan lebih banyak dari biasanya –kira-kira 20an orang di ruang dalam dan 20an orang di beranda luar(termasuk Pelaku teater Pak Dayat beserta rombongan yang duduk diluar; tentu saja Akang Komeng yang selalu curiga dengan isi tas saya)– dan pembicara dua orang muda Bunga Irmadian, mahasiswa Bahasa danSastra Perancis dan Renda Yuriananta, mahasiswa Pendidikan SastraInggris, dimoderatori Mbak Arie Trianggana Sari. Continue reading

ADAKAH PUISIKU BERCERITA TENTANGMU

:desi minanti

  1. Sebab aku mencintaimu dalam diam yang selalu datang bulan.
  2. Jika puisiku pernah gagal, kau satu-satunya yang bertanggungjawab. Membersihkan tiap lukanya dengan matamu yang padat dan semi. Sebab musim yang tak beraturan mengkhianati tiap spasi dan mengubah rima menjadi perdu.
  3. Hitam senyummu adalah candu puisiku.
  4. Maukah kau membelikanku martabak susu?
  5. Kali ini aku tak paham jenis minuman yang lebih nyali daripada mabuk.
  6. Lampu di beranda matamu berkedip dan padam sangat cepat. Inikah saatnya berciuman? (Entah. Aku belum pernah mengecap bibir. Apakah pahit. Kau perokok?)
  7. Engkau lebih puisi daripada puisi.

Juni 2013

TENTANG TIARA DAN MATANYA YANG MENYELAMATKAN

Felix Nesi

Ini hari Rabu, 22 Januari. Saya belum tidur sejak semalam kalian tahu. Laporan praktikum mata kuliah Psikologi Bakat Minat di Fakultas Psikologi Universitas Merdeka Malang (panjang amat ya nulis nama universitas ini. Enakan tim promo dibantu promo gratis di blog saya yang keren ini. Biar tidak menjadi promo, saya kasihtahu, jangan pernah masuk ke universitas ini. Biar tidak ada penambahan orang bodoh di tempat ini) panjangggg banget. Nah teman-teman lain seperti Puput itu senang-senang saja karena telah jauh hari mengerjakan. Tapi yang cowok-cowok ini agak kelimpungan karena Continue reading

ปลวก

:Aum Pawinee

Kadang kita hanya terdiam
Memandang gelas-gelas kopi
Dan ribuan maksud di kepala yang
Tak sempat tersampaikan

“Apakah aku mengganggu.”
Kau ingin aku pamit?
Obrolan orang asing di meja sebelah
Dan ketukan tanganmu pada meja pualam:
Jangan pulang dulu
Masih ada donat

Dan beberapa gelas kopi.
“Kau mengantuk?”
Kurebahkan mataku pada keningmu yang mengkerut.
Kita butuh kamus
Agar tak setiap kayu di kepalaku
Kau kerat dengan keningmu

17 Januari 2013

Esensi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Hujan Kecil-Kecil

Siang ini ada keributan dalam ruang UKM kecil yang disulap menjadi ruang produksi sastra dan teater oleh Komunitas Seni 69. Pakis dan Wahyu masuk dan bikin ribut dengan perencanaan arisan mereka yang absurd. Katanya, mereka akan mengajak semua anak UKM di lingkungan Universitas Merdeka Malang untuk membikin arisan dengan biaya arisan dua ribu perak. Lalu mereka tertawa sangat kencang. Saya, yang sedang membaca artikel-artikel lebai di blog Arman Dhani yang delapan puluh persennya adalah kutipan tulisan berbahasa Inggris miliknya tokoh sastra-budayawan-cendekiawan keren menjadi sangat terganggu. Bagaimana tidak. Dua wanita dengan suara sama-sama kencang tertawa selepas-lepasnya di ruang UKM yang sempit ini. Suara mereka seperti Continue reading

Polisi Moral

Felix Nesi

Seulek kisah dari rumah

Teman-teman menyinggung soal banyaknya polisi moral di bulan puasa. Saya ingat, 500 meter dari rumah saya ada Gua Maria. Siti Bitauni namanya. Karena hutan dan sepi, tempat itu kerap dijadikan tempat mesum oleh oknum tak punya malu. Brengseknya, zaman sekarang banyak yang tak punya malu. Mulai dari “paku alus” (istilah gaul KUMON buat alay labil) sampai orangtua pasangan selingkuh. Apa mau dikata, roh memang kuat, tetapi daging sepotong itu Continue reading