Polisi Moral

Felix Nesi

Seulek kisah dari rumah

Teman-teman menyinggung soal banyaknya polisi moral di bulan puasa. Saya ingat, 500 meter dari rumah saya ada Gua Maria. Siti Bitauni namanya. Karena hutan dan sepi, tempat itu kerap dijadikan tempat mesum oleh oknum tak punya malu. Brengseknya, zaman sekarang banyak yang tak punya malu. Mulai dari “paku alus” (istilah gaul KUMON buat alay labil) sampai orangtua pasangan selingkuh. Apa mau dikata, roh memang kuat, tetapi daging sepotong itu lemah.

Hal tersebut bikin berang Pastor Paroki. Ditugaskanlah sekelompok anggota organisasi pencak silat katolik untuk mengamankan tempat tersebut.

Suatu malam, kurang lebih lima bulan yang lalu, kami minum kopi sambil gitaran di pinggir jalan. Diskusi ngalor ngidul tentang harga barang yang meninggi, penting tidaknya pendidikan formal di zaman ini, dan lagu barat yang jauh lebih merdu daripada Adik Menangis Satu Malam. Seorang anak muda dengan salib panjang sampai ke perut bercerita tentang pengamanan Gua Maria. Ternyata dia salah satu korps pengaman. Katanya mereka dapat perintah langsung dari Pastor Paroki. Jadi mereka kerap bersembunyi di antara batu karang gunung hitam, mengawasi orang yang datang berpasangan. Jika pasangan itu berbuat mesum, mereka akan meloncat keluar dari bebatuan. Hap. Menangkap basah. Mengancam. Memukuli. Kalau masih melawan bawa ke Pastor Paroki. Atau ke polisi.

“Dipukuli?”

“Ya kakak. Dulu kita suruh tofa rumput. Tapi percuma. Kita pukul saja. Mereka mau bayar berapapun kita tolak. Ada yang sampai kasih ATM langsung. Kita tolak. Minggu lalu ada pasangan, kayaknya dari Atambua. Kami suruh mereka lanjut. Kami nonton. Kalau tidak mau kami pukul.”

Dia sangat bersemangat seperti baru pulang perang Vietnam. Bangga. Itu sangat menganggu. Selain merusak suasana, juga sangat risih melihat bahwa ia bangga melakukannya.

“Tidak adakah cara lain? Misalnya Satpam yang jaga 24 jam. Atau kalian pakai seragam latihan, berdiri di sekitar situ, tidak perlu sembunyi. Jadi tidak sepi dan tidak jadi tempat mesum?” Teman yang baru pulang dari berkelana ke negeri jin bertanya. (Itu kalau dia tidak mau disebut gila 🙂 sante te he?).

“Ai, kakak, ini perintah langsung dari Pastor Paroki.”

Ya kau punya pastor paroki itu otaknya astaga. Mau dibilang bodoh dan goblok juga dia kuliah tinggi sekali. Kalian juga goblok. Sangat robot.

Dan diakhir malam itu dia dikuliahi teman saya tentang perikemanusiaan dan pencerdasan kehidupan bangsa dengan cara yang manusiawi dan mendidik. Teman saya – yang habis dapat pencerahan dari jin dan naijabu’uf (penguasa tanah) se Indonesia – sampai menyinggung tentang kisah di mana pelacur dihadapkan kepada Yesus untuk dilempari dan Ia hanya menunduk dan menulis di tanah. Mungkin maksudnya jongkok. Saya kurang ngerti juga. Bagaimana Yesus bisa menulis kalau dia hanya menunduk?

Panjang dan membosankan. Merusak suasana. Kami tak jadi mabuk karena langsung ngantuk. Saya benci.

Di jalan pulang saya melintasi Gua Maria itu. Gelap. Seram. Untung Elvyra gitar saya sangat setia menemani di belakang, jadi tak mungkin ada naijabu’uf terbonceng. (Waktu itu namanya masih Amanda). Tapi saya tetap sedih. Bukan karena gitar saya telah dibaptis ulang oleh Eno dan Celo. Tapi karena anak muda yang bangga menyiksa sesamanya yang berdosa. Secara sempit dan sekilas saya menyalahkan si Maria itu. betapa egois dia dan anak-anaknya. Tidak adakah cara lain?

Karenanya saya sangat benci polisi. Baik yang berdiri, yang tidur, maupun yang menjaga moral di bulan dan tempat-tempat tertentu. Polisi apapun. Mungkin besok ada polisi makan, polisi mandi, dan lain-lain. Who knows.

Saya rasa konklusi sekaligus polisinya ngawur dan tak nyambung. Selamat berpuasa bagi yang berpuasa. Semoga diberkati.

Ini Gua Maria

Ini Gua Maria

Ini Polisi Tidur

Ini Polisi Tidur
Advertisements

2 thoughts on “Polisi Moral

  1. Pingback: sufmuti

Bebas koment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s