TENTANG ANAK MUDA YANG MANDI TANPA BERNYANYI

1.

Anak muda yang mandi

tanpa bernyanyi adalah gemericik

yang tertinggal di tepi sungai.

Di sebelah mana cinta kita kau tambatkan?

Sudahkan ia minum?

Tetapi beberapa tuyul melepas kuda

dari tambatan dan membawanya pergi. Tuan tak

pernah bertanya.

Ia terlampau sibuk mengusir tenung.

 

2.

Demi Tuhan aku tak pernah membunuh.

Kudengar kau menangis dalam hatimu.

Tenanglah. Kita di sini bukan untuk dibunuh.

Mobil yang lalu-lalang tanpa kemaluan: mereka

tak mengerti berapa buah tomat yang cukup

untuk SPP anak-anak.

 

3.

Hampir tengah hari kita

dihadapkan pada raja.

Berapa bisa kau bayar?

Untuk apa? Kau bertanya.


(Seseorang berbisik konon sihir

takut pada uang kertas. Tapi ergantung wajah siapa

tergambar di situ.)

Tetapi anak muda yang mandi

tanpa bernyanyi belum tentu

kosong kepalanya.

Kuda raja telah mati empat hari.

Di padang mana

kautambatkan masa depan negeri ini?

Aku melihatmu ketakutan

Seperti ketakutan Sodom disiram api.

 

4.

Mungkin nyanyian padang perlu kau pelajari.

“Telah berapa tahun hujan turun seminggu sekali.

Telah berapa lama mataair kering kerontang.”

Pembakaran yang tak penting – menurutmu – telah

kau pindah ke negeri lain.

 

pabrik harus ditutup, bukan dipindah ke padang kami!

Tapi kau hanya setengah mengerti. Sebab kau

mandi tanpa bernyanyi.

 

5.

Lebih dari lima kilometer jauhnya.

Kuda itu berlari dan kelaparan.

Sendiri dan kelaparan.

Ia merindu rumahnya yang padang.

 

6.

Mari gembala.

Tanah ini kering dan kusam.

Kita kasih shampo.

“Ah, hari ini terlalu banyak iklan di televisi.”

Hari lain tak ada iklan sebab calon presiden

mau ngomong.

“Sinetron saja. Orang sekarang butuh sinetron

biar tidak cepat gila.”

Atau perkelahian artis yang seru:

Kita harus saling menguatkan, bukan?

Seorang selebriti yang minggu lalu kepergok selingkuh

sekarang berjilbab dan menangis di depan tivi.

Kau teringat kuda-kudamu.

 

7.

Hari ketujuh.

Bukankah semua hanya mimpi.

Sejak kapan kita punya padang.

Raja selalu punya sopir.

          pengawalnya memakai helm besar

dan galak –

Kuda dan tuyul hanya ada dalam

dongeng.

 

Kaubanting pintu kamar mandi.

Menangis di bawah shower:

sangat sinetron.

 

Juli 2013

Advertisements

Bebas koment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s