Esensi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Hujan Kecil-Kecil

Siang ini ada keributan dalam ruang UKM kecil yang disulap menjadi ruang produksi sastra dan teater oleh Komunitas Seni 69. Pakis dan Wahyu masuk dan bikin ribut dengan perencanaan arisan mereka yang absurd. Katanya, mereka akan mengajak semua anak UKM di lingkungan Universitas Merdeka Malang untuk membikin arisan dengan biaya arisan dua ribu perak. Lalu mereka tertawa sangat kencang. Saya, yang sedang membaca artikel-artikel lebai di blog Arman Dhani yang delapan puluh persennya adalah kutipan tulisan berbahasa Inggris miliknya tokoh sastra-budayawan-cendekiawan keren menjadi sangat terganggu. Bagaimana tidak. Dua wanita dengan suara sama-sama kencang tertawa selepas-lepasnya di ruang UKM yang sempit ini. Suara mereka seperti lebah dalam kepala.

Saat saya masuk ke universitas ini tahun 2010, jumlah keseluruhan UKM adalah 25 (dua puluh lima). Lalu di pertengahan tahun 2011 saya tidak ingat tepatnya, UKM Fordimapelar dibekukan karena suatu masalah intern yang jika saya sebutkan di sini akan mengganggu ketentraman dunia; sebuah masalah yang melibatkan kegoblokan intelektualitas dengan sisi kemanusiaan sebagai makhluk-makhluk bermoral. Pasalnya, biar saya sebutkan, seorang anak UKM Bartender, mahasiswa dewasa yang sudah berisitri mengajak istrinya ke secretariat UKM. Nah, ternyata istrinya sedang hamil tua, dan sebelum maghrib ia ngedan, lalu melahirkan! Segala puji pada pemberi hidup bahwa anak itu lahir dengan sehat. Pihak kampus setelah mengetahui kabar tersebut dari Satpam Kampus yang mengetahui kabar tersebut dari bidan yang kebetulan tetangganya, naik pitam dan tanpa tedeng aling membubarkan UKM Bartender Universitas Merdeka Malang. Saat itu saya adalah mahasiswa berhati keras yang tidak begitu paham dengan daya analisa ,tunduk pada kata senior serta tak mampu beropini. Namun menyikapi permasalahan tersebut hari ini, dengan kondisi saya yang sering mengucapkan kata go to hell senior, adalah sebuah bencana besar bahwa sebuah UKM dibekukan sepihak oleh pihak rektorat karena istri dari oknum anggotanya kebetulan melahirkan di dalam sekretariat.

Apa yang salah dengan melahirkan di sekretariat? Pihak kampus seharusnya bangga bahwa anak itu telah lahir dengan selamat di kampus, menuliskan ucapan selamat di Koran, dan mengusulkan nama yang keren kepada anak tersebut, misalnya Unmeratus blab bla bla…. Suatu keajaiban bahwa seorang manusia bisa lahir dengan selamat di ruang sekretariat!

Tak ada satu pun aktivis mahasiswa saat itu yang memprotes ketika UKM Fordimapelar tahu-tahu dibekukan. Ya, saya membela diri saya sebagai anak yang sangat dungu dan belum mengerti apa-apa soal hal-hal beginian. Apa hubungannya melahirkan di ruang sekretariat dengan membekukan UKM tersebut? Saya tak pernah tahu alasannya. Jika pihak rektorat menyimpulkan sebuah proses melahirkan dengan peristiwa maksiat berupa proses pembikinan anak yang juga kemungkinan terjadi dalam ruang sekretariat, lalu mana buktinya? Jikapun, memang, proses pembikinan anak terjadi di UKM, apa hubungannya proses pembikinan anak oleh oknum anggota UKM dengan pembekuan UKM? Sederhananya, jika memang terjadi maksiat dalam sekretariat UKM, apakah hal tersebut menjelaskan bahwa UKM tersebut maksiat dan harus dibekukan? Ini sama saja dengan terjadi maksiat dalam gedung DPR dan pihak yang berwenang membubarkan DPR!

Maka beginilah. Sekretariat itu saya pakai sekarang. Saya jadikan tempat bersetubuh dengan pikiran-pikiran saya, saya jadikan tempat onani wacana, sesekali onani benaran. Dan seperti sore ini Wahyu dan Pakis tertawa sangat keras sambil berbicara tentang rencana arisan keluarga UKM. Inilah ide-ide kecil muncul ketika kami terjebak hujan dan segala ujian di bangku perkuliahan yang kadang membuat pikiran menjadi macet dan penuh dengan sampah-sampah berupa teori belaka, yang kadang membuat lupa akan prinsip-prinsip tentang kemanusaiaan dan bagaimana kami seyogyanya tetap saling mencintai sebagai manusia.

Apa yang mampu menyatukan beberapa anak UKM selain numpang minum air, baik air putih maupun air beralkohol? Jika wanita-wanita ini mengumpulkan sesama teman wanitanya yang bersuara keras dan mulai membikin arisan, ide kecil lain akan terbuka pula.

Berkumpullah, arisanlah! Kita tak tahu apa yang akan muncul setelah arisan dimulai. Berkumpullah! Bukankah itu tujuan organisasi dibikin? Jika organisasi dibikin tanpa ada semangat untuk berkumpul : bubarkan sebelum terlambat!

Advertisements

4 thoughts on “Esensi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Hujan Kecil-Kecil

  1. Pingback: sufmuti

Bebas koment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s