ADAKAH PUISIKU BERCERITA TENTANGMU

:desi minanti

  1. Sebab aku mencintaimu dalam diam yang selalu datang bulan.
  2. Jika puisiku pernah gagal, kau satu-satunya yang bertanggungjawab. Membersihkan tiap lukanya dengan matamu yang padat dan semi. Sebab musim yang tak beraturan mengkhianati tiap spasi dan mengubah rima menjadi perdu.
  3. Hitam senyummu adalah candu puisiku.
  4. Maukah kau membelikanku martabak susu?
  5. Kali ini aku tak paham jenis minuman yang lebih nyali daripada mabuk.
  6. Lampu di beranda matamu berkedip dan padam sangat cepat. Inikah saatnya berciuman? (Entah. Aku belum pernah mengecap bibir. Apakah pahit. Kau perokok?)
  7. Engkau lebih puisi daripada puisi.

Juni 2013