ERUPSI KELUD DAN GEJALA SCHIZOPHRENIA PADA VALENTINIANS

Gunung Kelud meletus. Malam hari, entahlah siapa masih melihat jam di saat begitu? Teman saya yang pada saat itu sedang memasang banner partai di jalan dan menyaksikan letusanya bercerita: Letusannya serupa ubur-ubur. Kalau petir menyambar ke bawah, ia menyambar ke kiri-kanan.

Entahlah saya tak tahu apa hubungannya ubur-ubur dan letusan, juga tak begitu paham istilah-istilah yang bagus untuk menjelaskan sebuah gunung yang meletus seperti erupsi, vulkanik dan lain-lain. Namun siang hari ketika saya sedang mengecek status facebook teman-teman yang mengabarkan tentang letusan, tentang jumlah pengungsi dan hal-hal sejenis, saya menemukan ucapan Happy Valentine Day bertaburan di facebook. Ini tanggal 14 Pebruari. Okey then, its Valentine.

Beberapa orang merasa terganggu dengan ucapan-ucapan tersebut. Elyda K. Rara mengungkapkan di status facebooknya: Sedang musimnya orang berdoa dan menggalang bantuan utk erupsi Kelud eh tiba2 ada yg ngucapkan “happy valentine day”
Rasanya ingin jawab, “are you okay?” #goblok.

Okeylah kalau orang yang membahas valentine itu teman facebook di daerah jauh, mungkin dia bangun tidur dengan kepala penuh cinta, gak sempat mendengar kabar tentang Kelud yang meletus lalu memulai harinya dengan membahas valentine. Anggap saja demikian, walaupun sebenarnya semua stasiun televisi ramai ngasih berita yang bahkan dilebih-lebihkan pagi-pagi buta, bikin tambah panik saudara-saudara yang terkena dampak, dasar televisi! (Lihat status Cak Jum)

Namun bagaimanapun, orang-orang yang menyukai Valentine Day mustilah para pengagum cinta, orang-orang yang percaya bahwa cinta adalah sesuatu yang mulia, jawaban masalah dunia hari ini, sehingga pantas dicarikan satu hari khusus untuk merayakannya. Mereka merayakannya dengan berbagi cokelat, berbagi kado, dan sebagainya. Untuk selanjutnya saya akan menyebut kaum ini sebagai Valentinians.

Sebagai catatan, pertama, saya menyukai dan sangat mengagumi orang yang mengagungkan cinta, terlepas dari dia valentinians atau bukan. Jika Mother Teresa tak penuh dengan cinta ia tak akan melakukan begitu banyak hal untuk orang-orang Calcutta. Begitu pun dengan Mahatma Gandhi, Yesus, Munir, sampai pejuang lain yang bergerak atas nama cinta. Kedua, saya tidak akan membahas tentang sejarah Hari Valentine dan kemungkinan hubungannya dengan santo ini itu dalam Gereja Katolik. Saya pribadi lebih percaya bahwa Valentine Day tidak lebih dari akal-akalan pemilik pabrik cokelat agar laris produknya. Oh, mungkin pabrik kondom juga. Namun jika Valentine Day dekat dengan orang Katolik, itu harus! Kasihan sekali pengikut Yesus yang tidak menjunjung tinggi cinta kasih di kepalanya.

V-Day 2014. Letusan Gunung Kelud. Orang-orang panik. Pengungsi penuh di daerah Pujon, terus ke Batu, Landungsari. Orang-orang sibuk mencari bantuan karena abu vulkanik atau apalah namanya membuat orang kewalahan; pengungsi dan relawan butuh terutama masker, air mineral, popok, pembalut dan bantuan lainnya. Maka orang kebanyakan sangat sibuk. Kota-kota penuh abu.

Apa yang terjadi ketika saat semua sibuk ke sana kemari, beberapa yang lain malah hilir mudik membeli bunga dan cokelat bagi kekasihnya? Tidak salah jika ditanya are you okey oleh Elyda (ah elyda…), karena tingkah valentinians ini kelihatan benar merujuk pada salah satu ciri besar penderita  schizophrenia: antisosial. Saat lingkungan sosialnya sibuk membicarakan tentang Kelud dan berusaha berpikir tentang bagaimana bisa membantu orang yang terkena dampaknya, valentinians ini malah membeli bunga, cokelat dan kado-kado entah apa untuk kekasihnya. Percayalah ia juga tentu membeli kondom yang disisipkan ke dompetnya (ah, ya, lupa! Kondom hanya untuk laki-laki baik-baik).

Bahkan ada yang membeli kado bagi kekasihnya hanya karena ini hari valentine, tanpa tahu maksud dan tujuan yang terarah. Jenis ini malah tergolong dalam disorganized behaviour atau tingkah laku yang kacau, salah satu sifat lain dalam simptom-simptom yang khas terdapat dalam diri penderita skizofren. Sama seperti orang gila di lampu penyeberangan yang membuat tanda salib berulang kali tanpa sebab dan maksud.

Dua ciri di atas merupakan dua dari enam ciri schizofrenia berdasarkan kriteria diagnostik menurut DSM-IV TR. Jika dilakukan untuk paling sedikit enam bulan, valentinian jenis ini tentulah mengidap schizophrenia akut! Maka sampai saat tulisan ini diturunkan teman-teman yang kemarin merayakan valentine dengan kekasihnya; bunga, makan coklat, ML dan atau sebagainya, mustilah mulai berpikir untuk bertemu dengan psikolog terdekat, karena terdapat gejala schizophrenia dalam dirinya.

Sederhana saja. Bagaimana bisa orang yang katanya sangat dipenuhi oleh cinta, merayakan libido untuk dirinya sendiri ketika begitu banyak orang lain menderita karena tak punya masker sekedar untuk bernapas!

Advertisements

3 thoughts on “ERUPSI KELUD DAN GEJALA SCHIZOPHRENIA PADA VALENTINIANS

  1. Pingback: sufmuti
  2. Buy Perc2cet&#8o30;I was very pleased to find this web-site.I wanted to thanks for your time for this wonderful read!! I definitely enjoying every little bit of it and I have you bookmarked to check out new stuff you blog post….

Bebas koment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s