Title? Opo Kuwi Part. 1

Cerita ini merupakan cerita khusus untuk anak alay dan hanya fiktif belaka. Segala kesamaan nama dan tempat merupakan kebetulan belaka. Yang bukan alay tidak diperkenankan membaca.

David mengetuk pintu ruang kelas. Ia terlambat lagi. Dua menit ia menunggu tak ada tanda-tanda pintu akan terbuka. Ia memegang gagang pintu dan membuka.

“Huuuuu” seisi kelas menyorakinya. Ia memegang rambutnya yang gondrong. Melangkah masuk. Matanya masih berbau kasur. Bu Dewi, dosen yang sedang mengajar berhenti dan mengikuti langkahnya dengan matanya. Ia mengambil tempat di paling belakang.

“Baru bangun Dev?” Bu Dewi menyapanya dengan tatapan sindiran.

Ia tersenyum.

“Iya Bua.”

“Besok lebih pagi lagi ya?”

“Ia mengangguk.”

“Jadi teman-teman, prinsip dasar dari teorinya Freud adalah….”

David tak mendengar lagi apa yang dikatakan Bu Dewi selanjutnya. Ia mencoret-coret buku catatannya. Namun tak satupun kalimat yang keluar dari mulut Bu Dewi masuk dalam catatannya.

Bersambung…

Ngono tok? Malas aku boy. Ini genrenya teenlit jadi mesti hati-hati dalam menulis. Okey, aku jalan-jalan dulu ya…

Advertisements

Bebas koment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s