Transaksi di Lobi: Transparansi atau Mata Duitan?

Ini lagi musim bayar SPP di Universitas Merdeka Malang. Sebenarnya sih musimnya sudah agak lewat. Batas pembayaran tanggal 21 Pebruari kemarin. Saya datang ke kantor pusat pada hari Kamis tanggal 20 Pebruari. Orang ramai, antri, berrdesak-desakan. Yah gak begitu lebay sampai ada yang minta oksigen tapi cukup untuk dibilang ramai. Pembayar SPP. Di hari itu saat saya ke yayasan, Ibuk-ibuk di loket yayasan suruh bayar ke kantor pusat. Jadi saya ke kantor pusat.

Setelah meminta dispensasi biar bisa bayar setengah dulu, saya duduk di kursi. Mengantri. Lalu pikiran jahat ini masuk ke kepala saya. Transaksi bayar membayar ini dilakukan di lobi, di lantai bawah, tak sampai sepelempar batu dari pintu masuk. Artinya, setiap ada orang, siapapun masuk ke pintu utama kantor pusat Universitas Merdeka Malang, yang akan menjadi pemandangan pertama mereka adalah antrian mahasiswa untuk membayar SPP. Suatu pemandangan mengurus duit yang aduhai indahnya. Banyak yang mengantri, para perugas dengan cekatan membantu ke sana-sini, kadang ada debat kecil karena petugas mengatakan masih ada tunggakan sedang mahasiswa bilang sudah lunas, di cross-check ke sana kemari sampai mahasiswa pulang mengambil bukti pembayaran.

Ini hiruk pikuk yang terjadi di lobi, lantai satu, tak sampai sepelempar batu dari pintu masuk, dekat dengan penerima tamu.

Saya sejujurnya sangat ingin mengkaji ini dengan teori-teori ergonomika namun, you know lah apalah arti sebuah teori di hadapan orang-orang tertentu ketika kita belum dianggap berkompeten untuk menjelaskannya. Sebut saja di depan pengadilan, yang musti menjelaskan apakah tertuduh sakit jiwa atau sehat adalah ahli psikologi yang berkompeten. Maka mari kita lupakan segala teori dan menghadap lobi ini. Sebuah tontonan bayar membayar.

Saya menarik tontonan bayar membayar dengan fungsi sebuah kampus. Apa yang kampus ini utamakan? Apa tujuan kampus ini kalau bukan ikut ambil bagian dari mencerdaskan kehidupan bangsa? Lalu ketika kita masuk ke kantor pusat, ruang utama dari kampus dan yang kita temukan adalah petugas di depan komputer yang siap menagih: Apa yang sesungguhnya didahulukan oleh kampus ini? “Seolah deretan panjang komputer lengkap dengan petugasnya ini mau bilang: Bayar dulu, Bos, baru boleh kuliah.” Atau kata lain seperti: “Mau kuliah? Wani pirooooooooo”

Atau ini hanya lambang transparansi dari lembaga pendidikan? Ah, apalah arti sebuah lambang jika yang dibicarakan adalah transparansi.

Saya lapar, dan memimpikan kampus yang menaruh tempat pembayaran sedikit agak ke belakang sehingga mahasiswa tidak terbeban melihat komputer-komputer penagih dan langsung menciut semangat belajarnya. Tidak semua mahasiswa yang semangat kuliah berasal dari kalangan atas atau kelas menengah ngehek. (Oh, yang ini sudah curhat. Lapar)

Saya memimpikan kampus yang di lobi depannya bukan tempat pembayaran namun informasi-informasi penting bagi mahasiswa, bukan juga melulu informasi mengenai batas akhir pembayaran ataupun lowongan kerja apalagi PPRTK yang kehadirannya jelas membuktikan ketidakbecusan pihak kampus mendidik mahasiswanya selama kuliah sehingga perlu latihan tambahan dari PPRTK – Ah ya saya lupa kalau mahasiswa di sini dipersiapkan untuk menjadi pekerja dan kuli pabrik bukan pencipta.

Sebenarnya, kalau mau jujur, saya memimpikan kampus yang gratis. Hahaha. Atau kampus yang lebih murah, tapi tidak murahan. Pasti pertanyaannya: lalu biaya operasionalnya darimana? Lah emang itu tugas siapa buat mikir? Kan tugas negara buat mencerdaskan kehidupan bangsa. Goblok ah yang nanya gitu ke gue…. Emang gue negara? Ah ya, saya lupa kalau kampus merupakan tempat bisnis, industri online bagi para calon pencari kerja. Aduh, saya memang pelupa. Yang mana sih yang benar? Saya sungguh lupa!

Felix Nesi

Advertisements

One thought on “Transaksi di Lobi: Transparansi atau Mata Duitan?

Bebas koment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s