Yudisium Psikologi Unmer 2014 dan Dajjal yang Berkeliaran

Semalam saya bertemu Muftihaturahma di asrama Hassanudin-Makassar. Dia memegang pundak saya – sebenarnya saya lupa apa dia benar memegang pundak saya atau itu hanya ilusi belaka – sambil bilang : Besok saya yudisium, Lix! Ah ya, telah saya dengar dari Adit, angkatan 2011, bahwa besok ada 19 mahasiswa Psikologi yang diyudisium. Saya gak tahu berapa orang dari angkatan 2010 yang diyudisium, namun, hell, yah, mereka itu angkatan saya!

Saya mencintai angkatan ini sejak pertama kali masuk sebagai anak kampung yang suka melihat AC (alat yang mirip mesin penetas telur). Kok pinter ya orang yang bikin AC itu; kalau remotenya ditekan pasti ada bunyi bip-nya, terus ada angin dingin yang bikin flu nyemprot-nyemprot dari situ. Tanpa jendela pun, ruangan tetap sejuk, berkat angin yang nyemprot dari mesin penetas telur. Wow!

Sayangnya saya terjerumus menjadi anggota UKM Pers Civitas yang menyesatkan saya menjadi anak muda dengan banyak polah, banyak tingkah, sok kiri dan sok idealis. Saya mengkritisi semua hal termasuk AC; kenapa di kelas pakai AC? Buka saja jendelanya: satu, hemat biaya, dua, ramah lingkungan – bahaya laten global warming.

Di kampus itu banyak setannya, Kawan, banyak nabi palsu dan aliran sesat; penyesat-penyesat ulung, para anti-crist, dajjal dan orang-orang musyrik dan komunis. Beberapa dari mereka menghuni UKM dan menganggap kampus itu rumah mereka. Beberapa yang lain berkeliaran malam-malam dan akan mengajakmu ngopi sambil ngobrol. Bersama mereka beberapa waktu akan membuatmu cenderung melihat hal-hal yang awalnya biasa menjadi seperti sesuatu yang timpang, lalu berpikir: hell, hal sederhana kayak gini kenapa gak dibetulin sih sama yang bertanggungjawab? Ini orang kok bego ya cara mikirnya? Kok kebijakan kerapkali gak ramah mahasiswa sih? Dan pertanyaan lain sejenis, entah itu terkait kebijakan fakultas, universitas ataupun negara Indonesia dan masalah sosial lain. Selalu kau temukan keanehan, selalu kau ingin merubah segala sesuatu; ah ya mereka sering gunakan istilah yang bagus dan menjual: mahasiswa adalah agent of change. Slogan palsu itu Boy, hati-hati, sesat pindah agama komunis kau, mati ditembak tentara!

Mereka menyesatkan dengan membuat ajaran yang dianggap masuk akal seperti: Kuliah itu perilaku bodoh umat manusia. Apa yang dihasilkan adalah deretan nilai di KHS (disebut IP) yang didaulat sebagai hasil belajar dan dipakai sebagai tolok ukur prestasi manusia. Manusia membikin lembaga pendidikan formal, ngasih teori sebagai sampah yang menuhin kepala generasi baru, lalu bikin ujian tengah dan ujian akhir. Hasilnya dinilai dengan angka, dan menjadi acuan untuk nyari kerjaan.

Mereka menganggap bahwa dunia ilmiah merupakan produk orang barat; mahasiswa menggandrungi filsafat-logika-psikologi dan pemikiran orang barat; lupa pada kenyataan bahwa saat tuan-tuan di barat masih menyembah tulang santo-santa agar sembuh dari sakit, di India sudah ada rumah sakit dan nenek moyang Indonesia sudah membangun Borobudur dan punya peradaban Majapahit yang dahsyat. Artinya, ilmu aseli Indonesia jauh lebih keren daripada ilmunya orang barat. Ngapain agung-agungkan ilmunya orang barat?

Penyesatan mereka yang kecil-kecil begini dilakukan sedemikian pinter tanpa kau sadari sampai kau akan mengintegrasikannya tanpa sadar dan dengan sendirinya menganggap orang-orang yang kuliah itu aneh.

Apa yang terjadi ketika kau mulai menganggap kebanyakan manusia aneh? Kau akan dianggap aneh oleh kebanyakan manusia itu. Ahahaha, selamat, tepuk tangan. Defenitely abnormal! Freak!

^***^

Semalam tangan Mufti – entah tangannya benaran apa bukan – mengingatkan saya bahwa saya adalah anak Psikologi angkatan 2010, bukan angkatan 2011… Saya melihat beberapa teman angkatan lain se-OKAPPS yang mondar-mandir katanya lulus: Darly Oprinatalia, Kezia, Lidya Mirawati, Grace Yuanita Sombu dan pasangannya Chris yang langgeng sejak semester satu (jangan lupa undanganan resepsinya) Mbak LPT, haduh, maaf lupa nama-nama kelamaan gak gabung sama Psikologi 2010, dan sekian banyak teman lain yang lulus sampai saya bingung siapa aja.

So, selamat lulus kawan-kawan. Ambil ijasahmu dan pergi dari sini, Kawan. Berilah sesuatu buat hidup yang aneh dan singkat ini. Buktikan, bahwa setan-setan dajjal-antichrist-musyrik-komunis yang tidak percaya pada anak kuliahan itu salah. Bahwa diktat dan laporan-laporan yang susah payah harus kita kerjakan selama kuliah memang penting dan bermanfaat di luaran sana; bukan demi perutmu sendiri, tapi terlebih demi perkembangan manusia lain, sesama spesies kita yang, you know, akhir-akhir ini aneh, banyak yang gila gak jelas. Buktikan kalau lulusan lembaga pendidikan formal bisa merubah hidup orang lain, merubah wajah dunia yang absurd menjadi lebih baik. Untuk itulah kita belajar, bukan? Menjadi “sesuatu” bagi orang lain? Bukan hanya sekedar menjadi penjaga dan pemuas bagi id – perut, gengsi, jabatan, dan kepuasan-kepuasan duniawi lain?

Segala doa hari ini, kuletakkan pada kelulusanmu, pada kesuksesanmu menjadi manusia berilmu. Makan-makan!

P.S. kepada darli oprinatalia dan mbak aina aina (lulus juga kan?:) )  –> hanya jika saya bisa membalas kemurahan hati, perhatian dan persahabatan kalian: semangat!

 

Felix Nesi

Advertisements

Bebas koment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s