Puisi Romantis No. 3

:move on

TAK SEPADAN

Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros

Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka

Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka


Ina Hale, salah satu teman yang saya sayangi pernah bilang: Saya tidak melupakan atau membenci mantan saya. Saya mengenang hal-hal baik tentang dia; tentang kami. Debora Yemima, teman saya yang sudah sarjana bilang: Ikhlaskan. Selama kau masih menyalahkan dirimu, menyalahkan dia, itu belum ikhlas. Selama kau masih membuat deffend mechanism dalam bentuk apapun, itu belum ikhlas.

Rangga, 12 tahun ditunggu Cinta. Dia pulang berkat LINE. Pulang ke hati anak muda yang susah move on dari sebuah tontonan 12 tahun yang lalu. Saya mengutuk LINE yang membuat khayalan yang saya kembangkan tentang Cinta dan Rangga hilang begitu saja.

Dan puisi di atas ditulis tahun 1943 oleh Chairil. Bayangkan tahun segitu sudah ada orang yang bergulat dengan move on. Sampai titik ini kau boleh banyak bicara. Kau boleh banyak beralasan. Tapi kau akan berakhir tiap malam. Sebelum kau tertidur, ada seseorang yang akan terbangun dalam hatimu. Mungkin kau akan menyebut namanya tanpa sadar. Sesekali. Atau sering. Maka habis kata-kata penghiburan untukmu, kalau kau belum berniat ikhlas. Ikhlaskan.

Felix K. Nesi

Advertisements

Bebas koment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s