Daratan Timor Dikuasai Majapahit: Omong Kosong Sejarah?

  1. Peta Kekuasaan Majapahit

majapahit_empire

Ini peta yang selalu ditunjukkan dalam buku-buku sejarah. Perhatikan Pulau Timor, sesuai keterangan, disebut sebagai Majapahit Vassal State. Vassal State menurut wikipedia adalah sejumlah negara bawahan dan taklukan, biasanya di pinggiran Kekaisaran Ottoman di bawah suzerainty (kekuasaan) dari Porte (pemerintah pusat) Ottoman, di mana kontrol langsung tidak dilakukan, karena berbagai alasan.

2. Blog Oss98 (jika ingin membacanya, silahkan klik di sini) menyebutkan.. “Pada tahun 1600 pasukan kerajaan majapahit tiba di timor dipimpin oleh NA’I JABI – JABI adalah plesetan bahasa Jawa dari kata JAWI…”

3. Pada tanggal 8 Maret 2016, diadakan diskusi kecil di Semeru Art Galery oleh inisiatif beberapa orang dari IPPMATU (organisasi kekeluargaan mahasiswa asal Kab. TTU yang berada di Kota Malang) yang menghadirkan redaktur Malang Post, Vandry Battu, yang juga kebetulan berasal dari TTU. Ia  adalah salah satu tim Ekspedisi Samala, sebuah ekspedisi untuk menguak kebesaran Majapahit dengan mengunjungi situs-situs kuno tentang bekas Kerajaan Majapahit di dalam maupun luar negeri. Vandry menunjukkan beberapa petunjuk sebagai berikut:

  • Sebuah sumber kuno berjudul Zhufan Zhi yang ditulis oleh Chau Ju Kua pada tahun 1225 Masehi menyebutkan  Pulau Timor sebagai penghasil Cendana terbaik. Sumber tua lain tentang kegiatan perdagangan Cendana di Timor ditulis oleh Wang Da Yuan pada tahun 1330 Masehi. Judulnya, Daoyi Chi Lue. Wang menulis Pulau Timor dengan sebutan, Gu Li Ti Men dipenuhi dengan pohon Cendana. Mahuan, ahli tafsir dalam armada Cheng Ho menulis kisah perjalanan ke Nusantara pada tahun 1416 berjudul, Yingyai Shenglan. Dia kagum tentang wangi dan banyaknya Cendana di Timor.  Mahuan menyebut Pulau Timor dengan sebutan, Gu Li. Pada tahun 1512, Tome Pires, seorang warga Portugal, sumber lain menyebut Tom Pires adalah bangsawan di Lisbon mencatat perjalanan ke Nusantara dalam sebuah catatan, Suma Oriental. Dalam catatan itu, Pires menyebut Timor sebagai surga Cendana. 
  • Di pupuh XIX Kitab Negarakertagama yang ditulis pada tahun 1365 oleh Mpu Prapanca, disebut juga nama Timor. Saya akan menyajikan isi pupuh tersebut dalam postingan yang lain.
  • Foto tanaman Maja ditemukan di beberapa tempat di daerah Timor, terlebih di daerah dengan kampung-kampung lama seperti Noetoko. Maja oleh penduduk suku dawan/atoin meto dosebut Boko.
  • Saat Majapahit berkuasa, Hindu dan Rsi merupakan agama yang sedang tumbuh subur di masyarakat Majapahit. (Rsi-baca resi-merupakan agama lokal  selain Hindu di masa Majapahit). Penganut Hindu maupun  Rsi memiliki sebuah ritual yang bernama Agni. Yakni membakar wewangian dari kayu Cendana untuk memuja leluhur dan dewa dewi masyarakat Majapahit. Wadah ritual Agni masih bisa dilihat di  candi-candi atau tempat pemujaan di sepanjang punggung Gunung Arjuno. Disetiap  candi dan tempat ritual terdapat  celah pilar pada  altar untuk prapen  atau tempat dupa. Disitulah  mereka membakar Cendana guna  pemujaan. Karena ritual Agni dilakukan secara rutin maka kebutuhan kayu Cendana sangat tinggi. Sementara disisi lain, kayu Cendana hanya terdapat di Pulau Timor. Ini bisa menjadi dugaan bahwa masyarakat/armada  Majapahit mencari Cendana hingga ke Timor secara rutin.
  • Ikat kepala atau pilu’ yang dipakai secara turun temurun oleh masyarakat suku Dawan terbuat dari kain batik. Sementara membatik bukan tradisi masyarakat suku Dawan.
  • Cara mengawetkan  daging sapi yang dilakukan masyarakat Majapahit sama seperti yang dilakukan di Timor. Yakni  daging didendeng lalu dijemur diatas tungku ataupun  perapian seperti yang saya lihat  di Timor. Kebiasaan tersebut masih bisa dijumpai di Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Masyarakat Ngadas merupakan masyarakat Tengger, generasi tersisa dari masyarakat Majapahit selain di Bali.

Berdasarkan beberapa hal tersebut di atas, saya mencatat:

  1. Blog Oss98 yang menulis cerita tentang kedatangan Majapahit (tak dicantumkan sumber tulisan atau lisannya), menyebutkan bahwa pasukan kerajaan Majapahit datang tahun 1600. Namun, dalam sejarah dunia, dietahui bahwa Kerajaan Majapahit disebutkan telah runtuh sekitar tahun 1500.
  2. Tentu saja, dalam diskusi pada tanggal 8 maret 2016 tersebut, kami sepakat bahwa masih banyak hal yang harus ditelusuri dan digali karena nenek moyang orang Dawan tak memiliki tradisi tulis menulis. Semua kisah diturunkan dari mulut ke mulut. Namun, semua pemaparan, baik oleh narasumber Fandry dalam diskusinya maupun yang bisa kita temukan dalam tulisan Mpu Prapanca menunjukkan keterkaitan Timor dan Majapahit. Belum menunjukkan bahwa pulau Timor termasuk dalam daerah kekuasaan Majapahit.
  3. Saya sempat browsing tentang beberapa hal yang berkaitan dengan itu dan menemukan artikel yang judulnya menarik di kompas.com. “Faktanya, Nusantara Bukanlah Wilayah Majapahit”. Untuk membacanya anda bisa meng-klik di sini.
  4. Dandung Prasetyo, pengelola Semeru Art Galery yang sempat ikut nimbrung dalam diskusi, di akhir acara, ketika kami berpamitan, menyebutkan bahwa ia membayangkan bahwa Timor memiliki sebuah peradaban sendiri saat rombongan Majapahit datang. Mereka mengobrol sebentar, saling bertukar cinderamata lalu Majapahit pergi lagi.
  5. Melihat point satu dari pemaparan saudara Fandry, tentang daya pikat cendana di Tanah Timor, saya rasa ada benarnya pendapat Dandung Prasetyo. Majapahit hanya mampir dalam perjalanan. Itulah mengapa Mpu Prapanca tahu tentang Timor dan bisa menyinggungnya dalam tulisan. Mungkin mampir minta sopi kepala, siapa tahu? Tapi tak ada penaklukan. Tanah Timor tidak berada di bawah kekuasaan Majapahit. Mereka hanya mampir. Majapahit Vasal State hanyalah kebohongan sejarah!
  6. Bagaimanapun, ini adalah sejarah. Tak ada yang tahu secara lebih baik. Kita hanya mencoba meraba-raba. Maka jika pembaca mempunyai sesuatu yang baik untuk disampaikan, mari kita berbagi. Terlebih mereka yang belajar khusus tentang sejarah. Tapi, cintailah pacarmu. Jika tak ada, carilah satu.

Felix K. Nesi

Advertisements

One thought on “Daratan Timor Dikuasai Majapahit: Omong Kosong Sejarah?

  1. Pingback: sufmuti

Bebas koment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s